Minggu, 30 Maret 2014

Kisah Kerja di PT Part I

Malam minggu gini pengen ngeshare tentang apa yang saya rasakan dalam dunia bekerja
Ya walau sebenernya hanya baru sekali merasakan kerja di satu tempat selama kurang lebih 4 tahun
Awal setelah lulus dari SMA, sya memang tidak langsung melanjutkan ke jenjang selanjutnya karena 1 dan lain hal yang sya tidak bisa membuat melanjutkannya, tapi saya tidak merasa kecewa dan sedih karena suatu saat saya pasti bisa melanjutkan ke jenjang selanjutnya.

Ketika pertama kali menginjakkan di PT. XXX saya merasa anak yang baru masuk ke sekolah tiada yang saya kenal, merasa aneh takut itu yang saya rasakan. Tes pun dimulai rasa deg deg kan pun terpacu ketika untuk mengisi lembar jawaban, soal yang tidak terlalu mudah bisa saya jawab namun hasilnya apa daya tes pertama saya gagal. Kecewa pasti namun tak patah semangat karena kebaikan tetangga saya, sya disuruh untuk melamar kembali di PT. xxx. Beberapa bulan kemudian kembalilah saya mengikuti tes disana, kali saya untuk mencoba tenang untuk mengisi semua jawabannya tak perlu panik karena ini tes yang sama.
Hari berganti hasil pun tes keluar dan saya lulus melalui tes pertama. Lanjut tes ke dua Medecial Chekup, di tes ini saya merasa Pede karena saya tidak memiliki riwayat penyakit yang parah.
Ketika medical chekup telah selesai muncul lah hasilnya dan lagi lagi saya lolos untuk mengikuti training di PT tersebut.

Sebelum bekerja secara resmi di PT tersebut saya dan yang lainnya harus mengikuti training selama tiga hari.
Bermacam macam teman mulai saya jumpai, dari asal yang saya tahu sampai yang tidak saya tahu. Dari sekian banyak teman yang mengikuti training ternyata ada satu teman SMP saya yg bernama April, wanita yang ramah dan baik ketika saya berteman dengan dia ketika waktu sekolah dulu.

Training pun dimulai, saya masih gugup takut karena begitu asing nya tempat ini.  Materi pun diberikan oleh Karyawan PT tersbut,  dari hal yang saya mengerti sampai yang benar" tidak saya mengerti.

Pembagian penempatan kerja pun tiba, deg deg kan kembali terjadi, berharap tempat kerja yg saya dapati nanti tidak terlalu susah untuk saya bekerja. Ketika nama saya disebut FAN lah Yang saya dapati sebuah departemen yang membuat kipas angin. Tak ada bayangan seperti apa nanti FAN yang saya akan tempati.

Setiba disana saya tidak langsung untuk bekerja melainkan saya disuruh bersih bersih, saya bersikap wajar karena saya memang anak baru kemaren sore yang bekerja, sekililing area saya bersihkan namun lagi dan lagi rasa takut masih saja menghampiri saya. Kata" yang keluar dr seorang yg memimpin disana membuat saya agak takut mungkin beginilah dunia kerja.

Stator tulah bagian yang saya tempati di FAN, suatu bagian awal untuk pembuatan kipas angin, mesin yang saya hadapi agak besar namun tidak terlalu bahaya karena saya hanya memencet tombol saja dan mesin bekerja dengan sendirinya.
Awal saya masuk di Fan, banyak yang menganggap saya tak bisa apa", ya dikata malas lah lamban lah saya ga peduli, karena suatu saat saya yakin akan bisa menunjukkan siapa saya sebenernya,
Tak perlu waktu lama saya telah lihai dan pandai menguasai mesin yg saya operasikan, pujian datang dr orang terdahulu yang menjudge saya.
Dari yang dulu hanya bisa Judge saya akhirnya dia mangangkat topi untuk kinerja saya. Namun itu semua tak membuat saya menjadi sombong sya berusaha untuk menjadi yang lebih baik. Disamping saya bekerja di Fan ternyata disini pula saya merasakan indahnya Cinta, namun saya mendapatkan cinta yang salah ketika pandangan pertama. Dari rasa sakit hati yang masih saya rasakan hingga kini karena berawal dr tempat ini lah yang sesungguhnya bermula kegalauan saya. Karena kita terlalu dekat akhirnya dia menganggap kiat hanya teman tidak lebih.

Lupakan sejenak ttg wanita,lanjut kecerita ttg pekerjaan, disaata ada pengumuman untuk mengikuti tes menjadi karywan tetap. Dalam angan" saya pasti terpilih namun apalah daya dikata saya tidak d calonkan oleh leader saya karena alasan katanya saya kalo d suruh lembur nolak mulu dianggap loyalitas nya kurang. Oke Fine, saya anggap Wajar. Periode selanjutnya saya pun dijanjikan kelak nanti saya kan mengikuti tes karyawan. Ketika hari H tiba, leader saya diganti dengan yang lain hal itu lah yang membuat kembali saya gagal untuk mengikuti tes. Sakit hati kecewa itu yang saya rasakan, kenapa saya selalu gagal, kriteria apa yang kurang pada diri ini.?? Absen selama 2 tahun saya pun bersih tak ada satu hari pun saya terlambat ataupun tidak masuk. Namun sya selalu berfikir mungkin belum rejeki.
Jika Allah memang menempatkak Rejeki saya bukan disana mau dikata apa??
Mungkin ditempat lain saya akan mendapatkan yang lebih baik. (Amiin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar